Buka Dan Sahur Ala Rasulullah SAW
Makan Sahur
Diriwayatkan oleh Amru bin Ash, Rasulullah berkata “Beda antara puasa kami dengan puasa ahlu kitab (Nasrani dan Yahudi) adalah makan sahur.” Karena itu Rasulullah SAW memerintahkan agar makan sahur bagi orang yang akan berpuasa. Beliau berkata “Siapa yang mau berpuasa, hendaklah bersahur meskipun hanya sedikit.”
Rasulullah berkata “Bersahurlah karena dalam sahur terdapat keberkahan.” Waktu sahur hendaknya diakhirkan. Diriwayatkan Anas dari Zaid bin Tsabit “Aku telah bersahur dengan Nabi SAW lalu beliau pergi bershalat. Aku bertanya, berapa lama waktu antara sahur dan adzan subuh? Beliau menjawab, kira-kira sekedar bacaan 50 ayat Al-Qur’an.
Berbuka
Berbuka puasa hendaknya dipercepat, begitu terdengar adzan maghrib. Dari Sahal bin Sa’ad, bahwa Rasulullah SAW bersabda “Orang yang sedang berpuasa itu senantiasa dalam kebaikan selama mereka mempercepat buka puasanya.” Abu Darba mengatakan “Tiga hal dari akhlak kebaikan yaitu mempercepat berbuka puasa, mengakhirkan makan sahur dan meletakkan tangan kanan diatas tangan kiri dalam shalat.
Rasulullah menganjurkan dalam berbuka puasa supaya memakan makanan yang manis seperti kurma atau kalau tidak ada maka minumlah air. Diriwayatkan oleh Sulaiman bin Amir Adhabi, Rasulullah bersabda “Bila salah seorang diantara kalian berpuasa maka berbukalah dengan kurma karena ia mengandung keberkahan. Kalau tidak menemukannya supaya minum air karena ia mensucikan.”
Wajib di Jauhi
Orang yang sedang berpuasa maka harus pula berpuasa dari perbuatan dosa dan maksiat. Lidahnya tidak berbohong, tidak berbicara kotor atau bicara palsu. Perutnya puasa dari makan dan minum, pikirannya tidak kotor dan hatinya suci. Kemaluannya berpuasa dari bersetubuh, bila berbicara dan bertindak tidak merusak puasanya. Namun senantiasa dalam kebaikan.
Rasulullah bersabda “Siapa yang tidak bisa meninggalkan bicara palsu dan bekerja dengan itu, maka Allah tidak butuh pada orang itu untuk meninggalkan makanan dan minumannya.
Kemudian Rasulullah SAW juga menjelaskan “Puasa itu bukan dari makan dan minum saja, akan tetapi puasa dari bicara sia-sia dan jorok. Jika ada yang memaki kami atau memperbodohmu, katakanlah : Saya sedang berpuasa, saya sedang berpuasa.”
Memberi Makan Orang yang Berbuka Puasa
Hendaklah memperbanyak ibadah dan amal shaleh di bulan yang penuh ampunan ini. Salah satu amalan shaleh yang dianjurkan ialah memberi makan orang yang berpuasa. Sabda Rasulullah SAW “Barang siapa yang memberi makan orang yang berbuka puasa dan memberi bekal bagi orang yang pergi berjihad maka pahalanya sebesar pahala orang yang berpuasa itu.” Orang yang diberi atau diundang berbuka puasa, selesai makan dianjurkan mendoakan orang itu berdasarkan tuntunan.
Rasulullah SAW “Orang-orang Abror (baik) telah makan makanan kalian, para malaikat telah bersalawat antara kalian dan orang-orang berpuasa telah berbuka di rumah kalian. Ya Allah, beri makan siapa yang memberiku makan dan beri minum siapa yang memberiku minum. Ya Allah, ampunilah dan kasihanilah mereka dan berkatilah rizki yang Engkau berikan kepada mereka.”
Semoga menjadi bahan renungan bagi kita semua. Amiin.